Assalamualaikum wr. wb.

Assalamualaikum wr. wb.

Selamat Datang semua.... smoga Blog ku ini bermanfaat & di sukai........


Kamis, 08 April 2010

Makna Yang Tergerus Masa

< Cukuplah Allah Sebagai Pelindungku, karena dia sebaik-baik Pelindung,
Semoga Allah selalu menjaga Lisan & Perbuatanku, Amin >

Makna Yang Tergerus Masa

Oleh Aditya

Ada sebuah fenomena unik yang kini sering sekali terjadi di sekitar kita. Tentu kita setidaknya pernah beberapa kali mendengar orang-orang non-muslim begitu akrab dengan kalimat-kalimat Islami dan pujian kepada Allah, seperti Alhamdulillah, Insya Allah, bismillah, dan Assalamualaykum. Mereka dengan spontannya mengucap Insya Allah ketika berjanji. Dengan tanpa beban berucap salam ketika bertemu, mengucap basmallah ketika memulai pekerjaan, atau mengucap hamdalah ketika mendapat kebahagiaan.

Ada beberapa sudut pandang yang bisa kita pakai dalam memaknai fenomena ini. Hal yang harus kita syukuri adalah bahwa umat Islam ternyata sudah akrab dengan kalimat-kalimat Islami ini sehingga orang-orang non-muslim ikut latah menggunakannya dalam kehidupan keseharian mereka secara refleks.

Namun, di satu sisi, ada hal lain yang harus coba kita renungi. Sangat mungkin fenomena ini terjadi karena kita telah kehilangan (atau menghilangkan? ) makna dari kalimat-kalimat Islami yang kita ucapkan tadi. Salam yang memiliki makna begitu besar, kini seperti tereduksi menjadi tanpa beda dengan ucapan selamat pagi, halo, dan seterusnya.

Kalimat Insya Allah pun sekarang telah sering disalahartikan dan disalahgunakan. Seharusnya jika sebuah janji sudah kita labeli dengan kata Insya Allah, yang harus kita lakukan adalah benar-benar berusaha dengan sebaik-baiknya untuk menepatinya. Bukan malah menjadikan kalimat Insya Allah sebagai apologi untuk tidak menepati janji. Ketika ditanya kenapa tidak menepati janji, dengan entengnya kita menjawab : Kan aku bilang, Insya Allah. Kalau nggak jadi ya berarti Allah nggak mengizinkan.

Demikian juga dengan ucapan lainnya seperti hamdalah dan bismillah. Kita mengucapkannya tanpa memahami maknanya, tanpa nyawa. Ucapan dahsyat itu kemudian menjadi mati tanpa makna di ujung bibir kita.

Kalimat mulia yang seharusnya menjadi pembeda kita umat Islam dengan umat non–Islam menjadi tanpa fungsi. Kita tetap tidak punya beda dengan mereka. Sama saja. Mereka juga mengucapkan kalimat-kalimat tersebut tanpa nyawa, tanpa makna. Hamdalah bagi mereka hanyalah kata lain untuk pekikan hore ketika mendapt kebahagiaan. Insya Allah bagi mereka hanyalah sebuah kosakata baru yang cocok ditempatkan sebagai pengiring sebuah janji. Salam bagi mereka hanya sebuah alternatif untuk menyapa. Tanpa nyawa, tanpa makna.

Hal ini jelas bukan suatu hal yang patut dibiarkan begitu saja. Kalimat-kalimat tersebut harus kembali mendapatkan ruh dan nyawanya. Kalimat-kalimat itu harus kembali menjadi pembeda, mejadi karakter umat Islam. Ia harus terucap dari hati yang paham makna, bukan dari hati yang lalai yang membuat kalimat itu hanya sebatas lip service saja, sebuah pemanis bibir.

Kesungguhan kita dalam menggunakan dan memaknai ucapan-ucapan kita akan terlihat jelas. Mana salam yang diucapkan karena kita memang ingin mendoakan keselamatan pada saudara kita, atau sekadar salam basa-basi untuk menyapa supaya terkesan lebih Islami. Kalimat bismillah yang terucap karena ingin mendapat barakah dan kemudahan dari pekerjaan yang akan dilakukan akan terasa berbeda. Ucapan hamdallah ketika mendapat kebahagiaan akan bagitu nyata bedanya jika diiringi tekad untuk menjadikan nikmat itu sebagai sarana untuk memberi kebaikan pada sekitar kita, sebagai bentuk syukur kepada-Nya.

Apa yang keluar dari hati pada kedalaman makna akan menjelma tetes embun pagi yang menyegarkan setiap pendengarnya, yang menentramkan jiwa, yang menghentakkan gelora semangat di dada. Dan itulah ucapan seorang muslim. Setiap kata dari mulutnya adalah mutiara. Tiada keluar dari bibirnya kecuali kata-kata indah berlumur kebaikan. Dan itu pula yang seharusnya menjadi ucapan kita. Bukankah kita muslim?
Sharing dari milis [daarut-tauhiid] dikirim Mohamad hayin m_hayin@yahoo.co.id

Allah Makasih

Ya Allah Tuhan ku yg Maha Penyayang, terima kasih telah kau kabulkan Permohonan ku
Jangan pernah tinggalkan aku Ya Rabb

Cukuplah Allah sebagai penolongku dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung

Doa Memohon Kesembuhan

Setiap orang sakit pasti tidak menginginkan larut dalam deraan rasa sakit yang menimpanya, ia pasti menginginkan dirinya segera sembuh. Maka, dalam rangkan menggapai kesembuhan, setiap orang sakit dituntuk untuk banyak berdoa memohon kesembuhan kepada Allah SWT.


Utsman bin Abul Ash, pernah menderita suatu penyakit yang sangat mengganggunya. Maka diapun mendatangi Rasulullah saw. Ketika Rasulullah saw mengetahui sahabatnya itu sedang sakit, beliupun mengajarinya doa memohon kesembuhan. Beliau bersabda kepadanya, “Letakkanlah tangan kananmu di atas anggota badan yang sakit lalu ucapkanlah:

بِسْمِ اللَّهِ أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

BISMILLAHI A'UUDZU BI 'IZZATILLAH WA QUDRATIHI MIN SYARRI MAA AJIDU WA UHAADZIRU (Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan yang aku rasakan dan aku hindari), sebanyak tujuh kali (7X)."

Apa yang terjadi kemudian? Alhamdulillah, dengan izin dan kebesaran-Nya, orang tersebut pun sembuh dari penyakitnya. Utsman berkata, “Saya mengucapkan do'a tersebut, sehingga (dengan itu) Allah menyembuhkanku.” (HR. Ibnu Majah). ***

Share dar milis [syiar-islam] dikirim oleh M.Yusuf Shandy, Lc (0813.1344.3456)

Minggu, 04 April 2010

Give Me

Aku mau minta Ya Allah... Bantu aku bagaimana menghadapi ini...
Berikan aku jalan agar dpt menambah penghasilan dg usaha ku atas pertolongan Mu, bukan.... sedekah... karena aku masih kuat, bukan aku bermaksud sombong tp bukankah Engkau lebih menyukai hambaMu yg senantiasa Berusaha bukan yg Meminta2 sedang mereka berkemampuan...
Ya Allah maafkan & ampunilah aku jika permintaan ku ini salah dan keluar dari ajaran Rasul kesayangan Mu
Give me Ya Allah caranya... Krn semua jalan pasti dr Mu Ya Rabb please help me n my problem, don't leave me alone.... coz i can't withaut u My Lord... Amin
.
4 in d'midle of my heart for my Allah, n thx My Rabb

Rabu, 31 Maret 2010

Filosofi Pohon

Ada 3 hal yang bisa Kita pelajari dari Pohon..

1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri

Buah adalah Hasil atau Karya yg luar biasa dari sebatang Pohon, dari manakah Pohon memperoleh makanan? Pohon memperoleh makanan dari tanah, semakin dalam akarnya berarti akan semakin mudah baginya untuk menyerap Nutrisi lebih banyak, disamping itu Kedalaman akar membuat Pohon semakin Kuat & Tegak berdiri Kokoh. Ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai Sumber Kehidupan kita.

Ada cerita menarik mengenai "Buah Kurma" yang rasanya manis sekali. Kenapa bisa begitu?

Menurut Refferensi, Pohon Kurma ditanam di padang pasir. Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter kemudian ditutup dengan 4 lapisan. Sebelum pohon kurma tumbuh, maka dia ber'akar begitu dalam sampai kemudian menembus 4 lapisan tersebut dan menghasilkan buah yang manis di tengah padang pasir. Begitu pula hendaknya Kita; Untuk berHasil dlm Karrier & Pekerjaan, Kita akan mengalami Proses Tekanan yang begitu hebat, ketika kita menginginkan hasil yang luar biasa....Seperti perumpamaan pegas yang memiliki daya dorong kuat ketika ditekan.

2. Pohon tidak pernah tersinggung ketika buahnya dipetik orang

Kadang kita protes, kenapa kita yang bekerja keras tetapi yang menikmati justru orang lain. Ini bicara tentang prinsip memberi, di mana kita bukan bekerja untuk hidup, tetapi bekerja untuk memberi buah. Apa artinya?

Kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang lain yang membutuhkan, bukan untuk kenikmatan sendiri. Cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu, tapi jangan pernah berkata cukup untuk memberkati orang lain dengan pemberian kita.

Pelajaran dari Warren Buffet seperti email yang mungkin pernah anda terima tentang kehidupannya. Beliau termasuk salah satu orang yang terkaya di dunia, tetapi kehidupannya mencerminkan kesederhanaan; dia masih tinggal di rumah yang sama seperti yang dia tinggali puluhan tahun lalu, masih menggunakan mobilnya yang lama, tetapi dengan kekayaannya yang berjumlah 35 Miliar USD dia berkomitmen untuk menyumbang 31 Miliar USD. Apakah itu membuatnya menjadi miskin dan lantas menderita? Justru tidak, sekarang kekayaannya justru bertambah-tambah banyak.

Berapa banyak dari kita yang sulit untuk menahan nafsu terhadap barang-barang bermerk, mobil-mobil mewah, atau... yang sederhana : HP?

3. Buah yg dihasilkan pohon itu menghasilkan biji, dan biji itu menghasilkan multiplikasi

Ini bicara tentang bagaimana hidup kita memberikan dampak terhadap orang lain. Pemimpin itu bukan masalah posisi/jabatan, tapi Massalah Pengaruh dan Inspirasi yang diberikan kepada orang lain.

Carlo Ancelotti, pelatih Chelsea Menyatakan bahwa John Terry itu adalah Pemimpin, walau Ban Kaptennya dicopot sekalipun dia tetap Pemimpin. Jadi bukan mengenai Ban Kaptennya, tetapi lebih kepada pengakuan kepemimpinan itu sendiri.

Bicara mengenai dampak, Pendiri Astra bercita-cita menjadikan perusahaan Astra sebagai sebuah Pohon Besar yang rindang, yang dapat menjadi tempat berteduh buat banyak orang. Dan hal itu tercapai dengan jumlah karyawan 120.000, yang artinya dapat memberikan penghidupan kepada sekitar 600.000 jiwa.. VISI & MISI Perusahaan ini dibangun bukan karena keserakahan memperkaya diri sendiri, tapi lebih kepada cita-cita untuk "Menjadi milik yang bermanfaat bagi orang lain, bahkan mungkin Bangsa dan Negara".

Bisakah kita menerapkan filosofi kehidupan POHON dalam kehidupan kita, baik untuk lingkungan keluarga, pekerjaan maupun masyarakat
 
***send by email from Waluyo Budi***

Bidadari Surga

Oleh Muhammad Arifin Ilham


Wahai, para suami, istri yang menemani kita sesungguhnya adalah bidadari yang diturunkan untuk menjadi pendamping kita di dunia. Ia juga yang kelak menemani kita saat menikmati kebahagiaan surga di akhirat.


Mari, kita kenali sifat-sifat istri yang memesona ini. Imam Ath-Thabrany mengisahkan sebuah hadis dari Ummu Salamah. "Wahai, Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli?" Beliau menjawab, "Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, serta rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar."


"Lalu, bagaimana tentang firman Allah, 'Laksana mutiara yang tersimpan baik'." (QS Alwaqi'ah [56]: 23). Jawabnya, "Kebeningannya seperti mutiara di kedalaman lautan yang tidak pernah tersentuh tangan manusia."


"Jelaskan lagi kepadaku firman Allah, 'Di dalam surga-surga itu, ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan lagi cantik-cantik'." (QS Arrahman [55]: 70). Beliau menjawab, "Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita."


Saya berkata lagi, "Jelaskanlah firman Allah, 'Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik'." (QS Ashshaffat [37]: 49). Beliau menjawab, "Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar."


"Manakah yang lebih utama, wanita dunia atau bidadari yang bermata jeli?" Rasulullah berkata, "Wanita-wanita dunia lebih utama dari bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak dengan apa yang tak tampak."


"Karena apa wanita dunia lebih utama dari Bidadari ?" Beliau menjawab, "Karena, shalat, puasa, dan ibadah mereka. Sehingga, Allah meletakkan cahaya di wajah mereka. Tubuh mereka seperti kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas."


Sungguh indah gambaran Nabi SAW tentang bidadari. Namun, lebih indah lagi penjelasannya tentang wanita di dunia yang taat kepada Allah. Hanya ada dua syarat untuk menjadi wanita mulia seperti itu. Pertama, taat kepada Allah dan rasul-Nya. kedua, taat kepada suami.


Yang pertama berarti mencintai Allah dan Rasulullah melebihi apa pun. Yang diperintahkan ia kerjakan dan yang dilarang ia tinggalkan. Kepada orang tua ia berbakti dan dengan sesama mau hidup berbagi (sedekah).


Sementara itu, taat kepada suami di antaranya tampil menyenangkan di hadapan suami serta menjaga kehormatan diri, anak-anak, dan harta suami. Ia juga tidak membantah suami dalam kebenaran, tidak jalan dan berkhalwat dengan lelaki yang bukan mahram, serta segalanya selalu dalam kebaikan. Dialah bidadari surga itu.

***send by email from Naniek Midi***

--- Aku dan Cinta ---

Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu mencintai seseorang, meski kamu
tahu ia tak sendiri lagi, dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak
berbalas, tapi kamu tetap mencintainya,


Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup
melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai,
meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia
peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi.

Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta, tersenyum
kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala
bersama, tertawa kala berpisah,

Aku pernah,.........
 Aku pernah tersenyum meski kuterluka karena kuyakin
Tuhan tak menjadikannya untukku,

Aku pernah menangis kala bahagia, karena kutakut
kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja,




Aku pernah bersedih kala bersamanya, karena kutakut
aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan......




Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,
karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan
Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku.


Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat
kurengkuh dalam pelukanku, karena memang cinta ada
dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.

Semua orang pasti pernah merasakan cinta.. baik dari
orang tua... sahabat.. kekasih dan akhirnya pasangan hidupnya.

Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah..

karena cinta itu sangat indah. Semoga kalian selalu berbahagia...

Buat temanku yg sedang terluka karena cinta...

Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar,
satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit,
tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya,

bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain
akan datang dan menghampirimu.


Buat temanku yang tidak percaya akan cinta... buka
hatimu jangan menutup mata akan keindahan yang ada

di dunia maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia.

Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah..

karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejap..

dan Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu.


Buat temanku yang mempermainkan cinta....
Sesuatu yang begitu murni dan tulus bukanlah untuk
dipermainkan. Cinta bukan suatu kehampaan. Semoga

kalian berhenti mempermainkan cinta dan mulai

merasakan kebahagiaan yang seutuhnya.


Thank's for Some One Who motivated Me
***send by email from Melati Jaya Giri***