Assalamualaikum wr. wb.

Assalamualaikum wr. wb.

Selamat Datang semua.... smoga Blog ku ini bermanfaat & di sukai........


Kamis, 22 April 2010

Persahabatan

Ga ada manusia yang bisa hidup sendiri. Sehebat apapun dirinya. Setinggi

apapun gelar pendidikannya. Tiap orang pasti butuh yang namanya sahabat.

Mungkin kita sendiri ga sadar, kapanpun dan dimanapun kita berada, kita

musti ingin berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita. Kita ga

akan mau dicuekin gitu aja. Dikacangin, apalagi ditinggalin. Soalnya

kentut sembarangan sih, bauk tauk..!!. Kaciyan tuh. Mau kita sih, pengen

interaksi ama siapa aja, baik ama tukang koran, tukang sayur, atawa

tukang ledeng, tapi yang pasti jangan mau ngomong ama tukang tipu. Hehe.

Ini normal kok. Karena itu udah jadi fitrah manusia. Ga akan bisa kita

hindari.



Nah, model saling ungkap kata dan interaksi inilah yang bisa merajut

benang pertemanan, persahabatan, atau bahkan rasa cinta. Ya, kata-kata

memang sakti banget. Lebih manjur dari batu celupnya Ponari atau tongkat

sihirnya Harry Potter. Wacaow. Awalnya simpel. Tinggal saling cerita,

saling umpan kalimat, dan akhirnya nyambung deh. Nah, mayoritas

persahabatan diawali dengan untaian kata-kata yang saling konek satu

sama lain. Bukanlah pertemanan sejati kalo dimulai dengan harta atau

kedudukan. Semisal kong kalikong dari orang yang mau jadi caleg, koalisi

parpol atau ndusel ama orang yang dapat warisan seluas lumpur lapindo.

Buseet…



Selain itu, banyak diantara kita yang dapat teman dari tempat yang

sering ditongkrongin. Kalo kita biasa kumpul ama anak-anak gank, rekan

kita juga bakal didapat dari sana. Demikian juga kalo kita sering

bergaul ama anak-anak rohis, atau SKI. Pasti fotokopian kita, juga akan

diperoleh dari sana. Jadi ga salah ketika Rasulullah bilang, kalo sifat

seseorang ga akan jauh beda dengan sifat temannya. Ibarat pinang dibelah

dua. Udah klop satu sama lain. Seperti cermin, satu orang adalah

bayangan bagi yang lain. Bagaikan dua sisi mata uang, yang ga bisa

dipisahkan. Nah, begitulah gambaran seorang sahabat. Baik atau tidaknya

perilaku kita, langsung atau enggak, bisa nular dari sahabat. So,

hati-hati lho kalo mau nyari sahabat. Jangan asal comot, bisa nggigit

nanti. Emangnya kucing dalam karung!! Lho, jangan salah, ga sedikit

rekan kita yang kejebak di lembah hitam gara-gara rekannya. Dan banyak

juga sobat yang bisa sadar dan kembali ke jalan Allah karena sahabatnya.

Jadi, boleh dibilang, kalo sahabat itu punya peran yang amat besar dalam

hidup kita. Sehingga pencarian seorang sahabat sejati, ga salah bila

kudu kita ungkap dan telusuri. Supaya kita ga salah langkah nanti. Oke deh…



Tips Bersahabat Ria



Punya sahabat adalah kebahagiaan yang tiada tara. Apalagi buat remaja,

sahabat punya makna yang ga ternilai. Karena dengan sahabat, berarti

kita sudah menemukan kepercayaan dan pengertian. Soalnya, kepercayaan

dan pengertian, ga akan mampu kita bagi selain dengan sahabat sejati.

Banyak banget lho kisah persahabatan yang terungkap di layar lebar, yang

nunjukin kalo arti sahabat itu sangat bermakna. Sahabat bisa berjumlah

banyak seperti Laskar Pelangi. Namun ada juga yang bisa dihitung hanya

dengan telunjuk alias satu doang, seperti Abdel dan Temon. Malahan,

masyarakat barat menganggap hewanlah sahabat sejati manusia. Seperti

anjing dan kucing. Soalnya ga rewel dan ga ngomelan kali ya…(ye,

emangnya anjing bisa ngomel apa??).Tapi ada juga yang menggambarkan

sahabat dari dunia lain, seperti Tuyul dan Mbak Yul. Wacaow, ini sih

kalo mau curhat repot, soalnya ga ada nomor hpnya …(hehehe).



By the way, seklumit contoh tadi selayaknya udah menggugah kita tentang

pentingnya sahabat (ye…nidji bangeet). Dan, karena kita seorang muslim,

untuk mendapatkan kriteria sahabat yang tepat, kita kudu ngikut gimana

Rasulullah SAW ngasih contoh. Ga asal ambil aja. Mentang-mentang tampang

bening dan tajir, eh…mau kita jadi sahabat. Sedang kalo orangnya romusa

alias rombongan manusia susah, ogah banget kita berteman ama mereka.

Waduh sobat, ini kekeliruan besar yang kudu kita benahi bersama. Nah,

supaya ga salah langkah lagi, monggo tips di bawah ini dibaca:



1. Sahabat sejati diupayakan yang sama akidahnya alias muslim atau

muslimah. Bukannya kita mau ngungkit perbedaan SARA. Tapi inilah yang

dicontohkan Islam. Soalnya, sebagian besar sahabat itu ngerti kebiasaan

rekannya mulai dari tidur sampe tidur lagi. Belum lagi kebiasaan sahabat

bisa aja nular ke kita secara langsung. Bayangin aja, kalo best fren

kita bukan muslim, trus ga biasa sholat. Bisa-bisa nanti kita ketularan

ga ngerjain sholat juga tuh. Nah, inilah yang dikuatirkan kalo yang kita

jadikan sahabat itu adalah rekan yang berbeda iman. Untuk hal ini

Rasulullah SAW udah ngingetin kita, ”Orang itu mengikuti agama teman

dekatnya; karena itu perhatikanlah dengan siapa ia berteman dekat.” (HR

Tirmidzi). Selain itu Allah SWT udah berfirman, ”Hai orang-orang yang

beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang

yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya

(menimbulkan) kemudharatan bagimu.” (TQS. Ali-Imran: 118)



2. Sahabat sejati usahakan yang sesama jenis kelamin. Kalo cewek ya ama

cewek. Demikian juga yang cowok, kalo mau cari teman lengket, ya kudu

sama-sama cowok juga. Bukan berarti kita nggiring kamu supaya suka

sesama jenis lho.Wekk...byor. Bukan maksud kita supaya kamu ga bisa

berteman dengan lawan jenis. Tapi tujuan kita, biar kamu ga kejerumus ke

dalam lembah pacaran bahkan perzinahan. Soalnya, ga dikit lho cowok yang

awalnya bersahabat dengan cewek, eh ujung-ujungnya kena virus merah

jambu. Masih ingat kan kisah Rahul dan Anjali dalam film Kuch Kuch Hotta

Hai. Awalnya saling gengsi dan sahabatan, ealah, akhirnya malah pacaran.

Kalo udah gini, kan kita bakal kena dosa ding. Lagipula banyak banget

batasan pergaulan antara pria dan wanita dalam Islam. Khususnya yang

belum jadi mahram kita. Dan semuanya, kudu kita patuhi rambu-rambunya.

Kalo kamu masih maksa pengen sahabatan ama lawan jenis, lebih baik ijab

kabul aja dulu ama dia, alias nikah. Gimana..berani ga??!



3. Carilah sahabat yang mau diajak ke jalan kebaikan. Artinya kamu kudu

cinta dia karena Allah, dan benci dia juga karena Allah. Bukan rekan

kamu, kalo dia malah ngajak kamu berbuat dosa dan maksiat. Semisal, ada

teman kamu satu kelas yang ngajak ngedrugs atau bolos bareng-bareng.

Kalo ada yang nolak, dia bakal nganggep orang tadi bukan sahabatnya.

Buseeet..Kalo seperti ini yang dimaksud persahabatan, bumi bisa kacau

fren. So, kalo ada teman kita yang seperti itu, diingatkan aja. Ga usah

takut dibenci lah, dijauhi lah, dianggap kuper lah...Karena itu hanya

anggapan dia sesaat doang. Lagipula, kalo kita biarin dia berbuat

maksiat, justru sebenarnya kita ga care ama dia. Ga peduli ama dia. Ga

sayang dengan dia. Ga salah kalo kita simak ucapan Ali bin Abi Thalib

r.a, “Berikanlah perhatian kepada sahabatmu, karena mereka menjadi bekal

kalian di dunia dan di akhirat. Tidakkah kalian mendengar tangisan

manusia di dalam api neraka?”.



4. Oya, yang terakhir dari tips kita adalah, carilah best friends yang

saling mengutamakan dan mengerti satu sama lain. Tentunya standar yang

kita pake adalah aturan Islam. Ini penting lho, soalnya yang namanya

ikatan sesama manusia ga ada yang mulus, terkadang longgar dan kadang

setel kenceng. Disinilah letak pengertian antar rekan. Termasuk di

dalamnya adalah saling menutup aib rekannya yang lain. Kekurangan

sahabat kita, yang memang ga perlu diungkap, jangan diomongin ke orang

lain. Bisa-bisa sekolah kita jadi media infotainment dadakan. Karena,

aib rekan, kita gosipin kemana-mana. Kalo bisa, ingatkan aja dia

terus-menerus, sampe dia sadar dan kembali berbuat baik, jangan diobral,

nanti minta diskon lagi...(eit shopping kali...).



Untuk yang satu ini, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang

menyembunyikan (aib) seorang muslim, maka Allah akan menyembunyikan

(aibnya) di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba yang

gemar menolong saudaranya.” (HR. Muslim).



Jadi Best Friend, Ga Gampang



Sobat, kata orang, mudah untuk mencari teman kala tertawa, tapi sulit

mendapat teman kala menangis. Ya, kalo kita pengen jadi teman sejati

orang lain, seharusnya kita paham apa hak dan apa kewajiban kita pada

dirinya. Kita memang berhak dihormati dan dihargai, tapi jangan lupa,

teman kita juga punya hak yang sama dari kita. Dalam kitab Ihya

Ulumuddin, Al Ghazali menuangkan tulisannya, “Tidaklah seorang menemani

sahabatnya, meskipun hanya sesaat di siang hari, kecuali ia akan ditanya

(tentang tanggung jawabnya) dalam persahabatan itu, apakah dia

melaksanakan hak-hak Allah atau mengabaikannya.” Supaya kita ngerti, apa

hak dan kewajiban kita atas sahabat kita tadi, mau ga mau, kita kudu

belajar Islam. Karena hanya dengan belajar Islam, kita bisa menjadikan

sebuah persahabatan menjadi indah dan barokah. Asyik kan..



Dikala teman kita mendapat kegembiraan, kita kudu berupaya mengingatkan

dia supaya ga larut dalam euforia, dan lebih banyak bersyukur pada

Allah. Semisal, kalo teman kita tadi mendapat rizki yang melimpah,

seyogyanya kita ngingetin dia untuk berzakat dan berinfaq. Demikian pula

kalo rekan kita mendapat musibah, sebagai seorang sahabat, kita kudu

sharring ama dia dan ngomong, kalo segalanya berasal dari Allah dan akan

kembali pada-Nya. Dan jangan lupa, kita juga harus membangkitkan lagi

semangatnya.

Seklumit kisah tentang sahabat yang kita tulis disini, moga jadi titik

awal kita untuk bersahabat secara benar dan syar’i. Lagi-lagi kita ga

bosan untuk ngingatin diri kita dan sobat semua untuk belajar Islam.

Karena disinilah pangkal dari semua kebaikan. Kalo sobat udah mulai

belajar Islam, maka istiqomahlah. Jangan mandeg di tengah jalan. Kalopun

di dunia kita ga bisa ketemu dan menjadi teman baik, moga kita semua

nanti bisa bertemu di surga dan jadi sahabat sejati disana. Amin



Send from Naniek MA

Tidak ada komentar: